Renungan Harian Katolik Kamis 17 Februari 2022 

Posted on 13 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 17 Februari 2022 

PF Tujuh Saudara Suci Pendiri Tarekat Hamba-Hamba SP Maria
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Yak 2:1-9

Yak 2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
Yak 2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
Yak 2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”,
Yak 2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
Yak 2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?
Yak 2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?
Yak 2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?
Yak 2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.
Yak 2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 34:2-3.4-5.6-7
Orang  tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.
*Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu;  puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
*Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
*Tunjukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil  Mrk 8:27-33

Mrk 8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”
Mrk 8:28 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”
Mrk 8:29 Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”
Mrk 8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
Mrk 8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
Mrk 8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
Mrk 8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

demikianlah sabda Tuhan.

RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.  Mengapa Yesus harus disalibkan?  Itu salah  satu pertanyaan yang coba dijawab oleh Paulus, Tidak ada jawaban yang pasti, tapi bagi Paulus, peristiwa penyaliban Yesus adalah hikmat Allah yang tidak mudah dimengerti manusia. (1Kor 1:23-24). Peristiwa salib sebagai jalan penyelamatan memang tidak mudah difahami jika tidak ada iman.  Bagi kita salib menjadi tanda kasih Allah yang total.  Berani sengsara dan menderita demi keselamatan  orang lain, rupanya menjadi suatu keutamaan yang diajarkan-Nya kepada kita, Dengan salib-Nya, Yesus menjadi teladan kesabaran, kerendahan hati, keberanian, ketulusan dan kasih yang total. Tidak heran jika Paulus begitu terkesan dengan misteri Salib, bahkan dia berani  bersaksi : Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. (Gal 6:14). Kemegahan Paulus dibangun atas kesadaran bahwa Yesus Kristus  telah mati bagi umat manusia demi keselamatan umat manusia. Paulus mewujudkannya  kemegahan itu dengan mengikuti jalan-Nya. Kebaikan Allah dalam Kristus dibalasnya dengan kebaikan kepada sesama, menjadi pewarta yang tangguh, bahkan rela kehilangan nyawanya  Demi Kristus dan Injil-Nya Baginya  : Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. ( Flp 1:21)  Tidak mudah bagi kita untuk meneladani Santo Paulus,  Kita dapat meneladani usahanya untuk membalas kasih Allah . Jika Kristus dan banyak orang telah rela berkorban untuk kita, mengapa kita masih ragu ragu untuk berkorban  bagi Allah  dan sesama?

Butir-butir Permenungan

Kita mungkin mempunyai pengalaman akan suatu  Sikap memandang muka berdasarkan kekayaan atau penampilan lahiriah orang, ditunjukkan sebagai suatu dosa yang amat besar. Yakobus menegaskan bahwa berbagai kejahatan kerap kali disebabkan oleh kekayaan dan kebesaran duniawi.  Kedosaan yang mendalam terjadi ketika orang bertumpu pada kemegahan duniawi bukan mengandalkan kehendak Allah.  ”Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?” (Yak. 2:6-7).  Sikap mencintai sesama tanpa memandang muka yang dilakukan Yesus ditampakkan dalam pengakuan banyak orang bahwa Ia adalah seorang nabi. Panggilan kenabian adalah panggilan untuk mewujudkan apa yang benar menurut kehendak Allah dengan berjuang melakukan perbuatan-perbuatan baik terlebih bagi mereka yang menderita. Yesus mengajak para murid tidak hanya berhenti pada perilaku kemanusiaan saja melainkan menyikapi aneka persoalan sosial sebagai orang beriman. Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias sangat jelas maknanya. Bahwa mengakui Yesus sebagai Mesias tidak lain adalah meletakkan iman akan Yesus melebihi hiruk pikuk duniawi. Mengakui Dia sebagai Mesias pasti akan mendidik kita untuk mencintai sesama dan membebaskan mereka yang menderita. Dengan kata lain, kalau ada orang kristiani masih memandang muka artinya dia tidak beriman kepada Yesus sebagai Mesias. Mungkin hanya berhenti pada agama sebagai formalitas saja.

Doa

Allah Bapa sumber pengharapan, Engkau telah mengikat perjanjian dengan semua orang melalui Yesus yang terurapi. Semoga kami selalu berpegang teguh pada Dia dan berkembang menjadi umat yang patuh setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *