Renungan Harian Katolik Kamis 18 November 2021

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Kamis 18 November 2021

PF Gereja Basilik S. Petrus dan Paulus, Rasul
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  1Mak 2:15-29

1Mak 2:15 Kemudian para pegawai raja yang bertugas memaksa orang-orang Yahudi murtad datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan.
1Mak 2:16 Banyak orang Israel datang kepada mereka. Adapun Matatias serta anak-anaknya berhimpun pula.
1Mak 2:17 Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias: “Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat saudara.
1Mak 2:18 Baiklah saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi penetapan raja, sebagaimana telah dilakukan semua bangsa, bahkan orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tertinggal di Yerusalem. Kalau demikian, niscaya saudara serta anak-anak saudara termasuk ke dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!”
1Mak 2:19 Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang: “Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda,
1Mak 2:20 namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami.
1Mak 2:21 Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan.
1Mak 2:22 Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri!”
1Mak 2:23 Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja.
1Mak 2:24 Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu.
1Mak 2:25 Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya.
1Mak 2:26 Serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom.
1Mak 2:27 Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di kota Modein: “Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya ia mengikuti aku!”
1Mak 2:28 Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya.
1Mak 2:29 Kemudian turunlah ke padang gurun banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 50:1-2.5-6.14-15

Mzm 50:1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Mzm 50:2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.

Mzm 50:5 “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”
Mzm 50:6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela

Mzm 50:14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Mzm 50:15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Sela

Bait Pengantar Injil  Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,  tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

Bacaan Injil  Luk 19:41-44

Luk 19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,
Luk 19:42 kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
Luk 19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,
Luk 19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

Demikanlah sabda Tuhan.

Renungan Harian Katolik

Dalam Injil hari ini kita mendengar bahwa Yesus menangis, Kisah Yesus menangis ini merupakan kisah kedua, sesudah yang pertama ketika membangkitkan pemuda di Naim, Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem itu, Ia menangisinya, kata-Nya “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya  andaikan pada hari ini juga engkau mengerti  apa yang perlu untuk damai sejahteramu!  Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. “ Yesus benar benar sedih karena bangsa-Nya tak juga mengerti apa yang paling penting bagi damai sejahtera mereka. Mereka mengira , Bait Allah adalah paling penting , padahal Tuhan lah yang bisa membawa damai sejahtera       (keselamatan)   bagi bangsanya.  Tangisan Yesus adalah tangisan penuh cinta, kepedulian dan pergumulan. Ia menangis karena mengharapkan hal terbaik bagi bangsa-Nya. Namun mereka tidak memperdulikannya. Yesus yang adalah Raja mahakuat benar benar tidak tahan merasakan kesakitan dalam hati-Nya karena melihat nasib yang akan menimpa Yerusalem karena ulah mereka sendiri. Barangkali, tak bisa disangkal bahwa air mata Yesus masih mengalir hingga sekarang, bahkan semakin deras. Ia bukan saja menangisi Israel,tetapi juga semua umat kesayangan-Nya.  Ia menangisi kita semua orang orang yang menjadi pengikut-Nya karena kita tidak mampu menangkap saat kapan Tuhan hadir melawat kita. Dia menangis ketika kita tidak lagi memberi tempat Yesus didalam hati kita, dirumah, komunitas atau di tempat kita bekerja. Ia menangis saat Tuhan tak lagi  menjadi pusat hidup alias tak lagi menjadi yang utama dalam hidup kita, Yesus sudah menjanjikan kebahagiaan  kepada kita tetapi kita lebih memilih kebahagiaan yang kita ciptakan sendiri. Seringkali juga kita berlaku seperti anak anak yang tidak tahu berterima kasih kepada-Nya. Dia mengasihi kita tetapi kita tidak membalas kasih-Nya . Maka pada kesempatan ini marilah kita mencoba mendengarkan Yesus, yang selalu ingin terbaik bagi kita, agar Dia tidak kecewa dan menangisi untuk kesekian kalinya.

Butir permenungan

Kalau kita mau merinci apa apa yang dilakukan Yesus, kita akan takjub akan segala perbuatan besar dan ajaib yang telah dilakukan-Nya, Betapa besar pengorbanannya demi keselamatan kita . Ia adalah Allah yang memiliki seluruh langit dan bumi, mau meninggalkan status ke Allahan-Nya dan menjadi miskin untuk menyelamatkan dunia. Tangisan Yesus sebenarnya bukan hanya berlaku bagi orang Yerusalem saja , melainkan juga bagi kita yang tidak kunjung bertobat. Apalagi kita yang berdosa berat, namun merasa seolah olah tiada beban. Sisi lain , kita pernah merasa semua usaha kita seolah olah sia sia , mungkin kita bisa sedikit membayangkan bagaimana perasaan Yesus . Kita mungkin pernah melakukan segala usaha untuk menunjukkan bahwa kita mencintai seseorang , namun ternyata ia tidak menerima cinta kita , bahkan tidak menyadari bahwa kita mencintainya. Misalnya seorang ibu yang memasak untuk keluarganya , ibu berusaha memasak dengan penuh cinta , karena akan dimakan orang yang dicintainya. Namun ternyata suami dan anak anak tidak menyadari ada banyak cinta dalam masakannya. Kalau kita menduga duga , mungkin perasaan Tuhan Yesus pun demikian . Ia telah melakukan apapun yang terbaik untuk menunjukkan cinta-Nya, namun kita tidak menyadari cinta-Nya. Marilah setelah membaca perikop Injil hari ini , kita belajar menyadari kasih Allah dalam hidup kita . Setelah menyadarinya adakah usaha kita untuk membalas cinta-Nya.?

Doa

Ya Yesus ampunilah aku bila selama ini aku sulit mendengarkan Dikau, Maafkanlah aku bila tindakanku selama ini pernah melukai-Mu dan membuat-Mu menangisiku, Amin.

Hari ini janganlah bertegar hati,  tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *