Renungan Harian Katolik Kamis 29 April 2021

355 views

Kalender Liturgi Kamis 29 April 2021

PW S. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kis 13:13-25
Dalam perjalanannya  Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafosdan berlayar ke Perga di Pamfilia.  Tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.  Dari Perga Paulus dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia.  Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi,  pejabat-pejabat rumah ibadat bertanya kepada mereka,  “Saudara-saudara, jikalau saudara ada pesan   untuk membangun dan menghibur umat ini,  silahkanlah!”   Maka bangkitlah Paulus.  Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata,  “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah,  dengarkanlah!  Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita,  dan membuat umat itu menjadi besar,  ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing.  Dengan tangan-Nya yang perkasa  Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.  Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.  Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka  selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim  sampai pada zaman nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja, dan Allah memberikan kepada mereka  Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.  Setelah Saul disingkirkan,  Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan:  Aku telah mendapat Daud bin Isai,  seorang yang berkenan di hati-Ku  dan yang melakukan segala kehendak-Ku.  Dan dari keturunannya lah,  sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel,  yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya  Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.  Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka,  tetapi Ia akan datang kemudian daripadaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 89:2-3.21-22.25.27
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.
*Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya,  hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun.  Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya,  kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
*Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia,  bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
*Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,  dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.   Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.”

Bait Pengantar Injil  Why 1:5ab
Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,  yang pertama bangkit dari antara orang mati;  Engkau mengasihi kami  dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.

Bacaan Injil  Yoh 13:16-20
Dalam perjamuan malam terakhir  Yesus membasuh kaki para murid-Nya.  Sesudah itu Ia berkata, “Aku Berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya; atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini,  maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya.  Bukan tentang kamu semua Aku berkata.  Aku tahu, siapa yang telah Kupilih.  Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku,  telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi,  supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu:  Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus,  ia menerima Aku,  dan barangsiapa menerima Aku,  ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik

Marilah hari ini kita merenungkan kesucian hidup berkeluarga. Kita sering heran mengapa sekarang ini tidak sedikit keluarga Kristiani yang tidak bisa hidup damai .Selalu ada cekcok , selalu ada konflik suami istri . Kita heran padahal waktu menikah dulu mereka memilih sendiri pesangannya. Katanya sudah amat cinta satu sama lain, bahkan ada pra wedding yang foionya masuk kedalam undangan dan buku Misa Perkawinannya. Misa Perkawinannya juga amat meriah , dengan paduan suara terkenal dan bunga amat mahal dan bagus. Akan tetapi setelah sekian tahun , pasangan suami itu saling berkelahi , adu mulut dan bahkan mungkin adu tangan.  Kita tentu juga sangat bersyukur karena banyak juga keluarga Kristiani yang bahagia Meski banyak gejolak, pasangan suami istri itu setia satu sama lain. Anak anak mereka menjadi  buah hati yang baik , sukses dan semakin memperdalam cinta satu sama lain. Keluarga non Kristen pun banyak yang hidup bahagia seperti itu.  Pertanyaannya, apabila keluarga keluarga non Kristiani pun dapat berbahagia seperti itu, lantas dimanakah kekhasan dan keindahan keluarga Kristiani?    Nah itulah warta bacaan pertama hari ini, Rasul Paulus melukiskan dengan indah panggilan hidup dan kesucian hidup berkeluarga yaitu, menjadi tanda dan sarana dari hubungan Kristus dengan Gereja-Nya  yang tak terceraikan.  “Rahasia ini sungguh besar! Yang Kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. “ Inilah makna perkawinan Kristiani , yaitu antara Kristus dengan orang yang sudah menerima sakramen baptis , itu artinya pasangan suami istri Kristiani menghayati hidup berkeluarga bukan sekedar saling mencintai , tetapi karena  menyadari menghayati kasih Kristus yang begitu agung kepada Gereja-Nya. Dan pasangan ini saling disempurnakan oleh kasih Kristus kepada seluruh Tubuh-Nya, yakni seluruh Gereja. Maka , para Bapa Konsili Vatikan II juga menyebut keluarga sebagai Gereja keluarga atau Gereja rumah tangga atau ecclesia domestica, seperti disebut dalam Lumen Gentium artikel 11.   Pada Injil hari ini perumpamaan tentang biji dan ragi dipakai Yesus untuk mengajar tentang Kerajaan Allah, bagaimana Allah meraja. Pernahkah anda mengamati pertumbuhan suatu biji?  Semakin kita amati dan kita nantikan, sepertinya tumbuhnya lama sekali.Namun kalau kita tinggal beberapa hari, tahu tahu sudah bertunas. Bagaimana pertumbuhan itu kita tidak tahu. Yang jelas bahwa biji itu berubah menjadi tumbuhan kecil, yang tadinya keras, kecil, setelah disemai menjadi tanaman yang mengeluarkan tunas dan semakin besar. Demikian juga tentang cara kerja ragi. Adonan tepung ditaburi ragi lalu dicampur sampai rata kemudian ditutup. Setelah beberapa saat , adonan mulai mengembang dan empuk. Kapan dan bagaimana terjadinya sulit untuk diamati, sebab jika adonan tersebut dibuka tutup , selalu dilihat , maka akan terganggu prosesnya. Kemungkinan besar , ragi tidak bekerja dengan baik. Ternyata, baik biji maupun ragi, walau tidak kelihatan cara kerjanya namun tetap bekerja dan berubah diri. Tidak hanya mengubah dirinya, namun juga mengubah yang lain juga. Bila Kerajaan Allah diumpamakan seperti biji dan ragi, kiranya yang mau dikatakan adalah bahwa walau disekitar kita banyak kejahatan, bencana alam, ketidakjujuran, ketidakadilan, dan sebagainya, Allah tetap berkarya. Bagaimana berkarya-Nya memang tidak jelas, tidak nampak, namun pasti berkarya.

Butir permenungan.

Dalam keheningan seperti saat ini, dimana kita meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah, kiranya suara Tuhan akan didengar dengan lebih jelas. Untuk itulah saat hening dalam hidup kita sungguh penting, supaya kita tidak disibukkan dan dilelahkan oleh kebisingan “dunia”, orang orang disekitar kita, pekerjaan kita, acara televisi, handphone dan sebagainya.  Apakah kita rela meluangkan waktu sebentar untuk mendengarkan suara Tuhan didalam hati kita? Pasti biji dan ragi dalam diri kita akan bekerja dengan lebih baik.  Nilai nilai Kerajaan Allah seperti cinta kasih, kesetiaan, kejujuran, pengampunan, kebenaran , keadilan  dan sebagainya , yang semula kecil dan tidak berarti , namun bila kita tekun  dan setia menghayati dan mewartakan nilai nilai itu dalam iman akan Tuhan, maka itu akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

Doa.

Ya Yesus tambahkanlah kami iman dan kesabaran untuk menghargai proses dalam hidup dan pelayanan kami. Amin.

Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia,  yang pertama bangkit dari antara orang mati;  Engkau mengasihi kami  dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *