Renungan Harian Katolik Rabu 20 Januari 2021

536 views

Renungan Harian Katolik Kalender Liturgi Rabu 20 Januari 2021

PF S. Sebastianus, Martir
PF S. Fabianus, Paus dan Martir
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I  Ibr 7:1-3.15-17
Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, Melkisedek menyongsongnya dan memberkati dia. Dan Kepadanya  Abraham memberikan sepersepuluh dari semua jarahannya.  Menurut arti namanya  Melkisedek pertama-tama adalah raja kebenaran, atau juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.  Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah; harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan!  Dan karena dijadikan sama dengan Anak Allah, ia menjadi imam sampai selama-lamanya.  Sungguh, Yesus telah ditetapkan seorang imam  menurut tata imamat Melkisedek; artinya:  menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.  Sebab tentang Yesus diberi kesaksian,  “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya,  menurut tata imamat Melkisedek.”
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 110:1.2.3.4
Engkaulah imam untuk selama-lamanya  menurut Melkisedek. Beginilah firman Tuhan kepada tuanku,
“Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kubuat menjadi tumpuan kakimu!”
*Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion; berkuasalah Engkau di antara musuhmu!
*Engkau meraja di atas gunung yang suci  sejak hari kelahiranmu, sejak fajar masa mudamu.
*Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal:
“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Bait Pengantar Injil  Mat 4:23
Yesus memberitakan Injil kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil  Mrk 3:1-6

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat.  Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.  Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus,  kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat,  supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.  Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu,  “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian Yesus berkata kepada mereka,  “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,  berbuat baik atau berbuat jahat?  menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”  Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka!  Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi,  “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya, maka sembuhlah seketika.  Lalu keluarlah orang-orang Farisi  dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian  untuk membunuh Dia.
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik

Ridwan , seorang siswa SMA , suatu hari datang kesekolah terlambat. Menurut aturan sekolah, siswa yang terlambat 20 menit tidak boleh masuk kelas dan harus menjalani hukuman entah lari dilapangan , atau membersihkan WC. Ridwan, oleh guru disiplin, memang dihukum bersama dengan siswa lainnya yang terlambat. Pada hari berikutnya , sekolah mendapat telepon dari rumah sakit yang mengucapkan terima kasih kepada sekolah tersebut karena seorang siswa yaitu Ridwan  telah membantu membawa orang yang kecelakaan lalulintas kerumah sakit. Oleh rumah sakit, Ridwan diberi penghargaan karena memperhatikan penderitaan orang lain, meski sebenarnya harus sekolah. Kepala sekolah menjadi malu, karena Ridwan baru saja dihukum gara gara terlambat . Kadang orang mudah menjatuhkan hukuman kepada orang yang baik , karena hanya mendasarkan kepada aturan yang kaku , tanpa memperhatikan nilai manusia.  Tuhan Yesus mengalami seperti Ridwan , Dia dipersalahkan karena menyembuhkan orang yang mati tangannya sebelah pada hari Sabat . Tetapi Tuhan Yesus tidak takut dengan mereka. Tuhan Yesus tetap menyembuhkan orang yang sakit itu. Bagi Tuhan Yesus hidup orang itu lebih penting daripada aturan hari Sabat. Bagi Tuhan Yesus hukum Sabat adalah untuk manusia, bukan manusia untuk hukum Sabat . Demi menyelamatkan manusia Tuhan Yesus melanggar hukum Sabat .  Dalam hidup kita , kadang kita dihadapkan pada dua pilihan yang tidak mudah, Memilih menolong manusia tetapi melanggar aturan, atau tidak melanggar aturan tetapi menelantarkan orang . Dalam situasi yang sulit ini , kita dapat belajar dari Tuhan Yesus sendiri , Demi membantu keselamatan orang lain , kita boleh melanggar aturan yang berlaku , Nilai kasih lebih tinggi daripada aturan , Bagaimana kita mengartikan sabda ini dalam hidup kita ?  Apa yang akan kita pilih dalam situasi dilema membantu orang yang membutuhkan atau menuruti aturan ?

Butir permenungan.

Selama 4 minggu di dalam masa biasa ini , bacaan pertama berturut turut dikutip dari surat kepada orang Ibrani . Surat kepada orang Ibrani  merupakan sebuah surat berciri khotbah, lectio biblis , yang dialamatkan kepada umat kristiani yang berasal dari dunia Yahudi , Dengan iman kepada Kristus semua peraturan dan institusi disempurnakan dalam diri Yesus , Imam Agung dan abadi , Imamat Kristus tidak diwarisi dari keluarga Harun , melainkan dari Raja Melkisedek yang sekaligus imam yang ditampilkan di luar dunia Yahudi , tak punya asal dan keturunan . Para imam dan uskup bukan mewarisi imamat Kristus , melainkan mereka mengambil bagian dalam imamat-Nya secara  khusus. Demikian seluruh umat mengambil bagian dalam imamat umum Kristus karena Gereja adalah Tubuh Kristus . Dengan Sakramen Imamat umum , terwujud apa yang dikatakan Yahwe kepada Musa . “ Bila kaum Israel mendengarkan suara – Ku , engkau menjadi engkau menjadi Malik – Ku di tengah bangsa bangsa  lain dan bagi – Ku kalian adalah bangsa suci dan imam “ (Kel 19:5-6)  Pada awal perebutan kuasa di Cina , tempat tempat ibadat ditutup dan dijaga ketat oleh tentara . Seorang anak remaja , yang belum mengenal perubahan ini , pada hari Minggu pagi sedang menuju Gereja untuk bersama teman memuliakan Tuhan . Setiba di depan Gereja ada puluhan tentara yang menghalangi jalan . Anak itu  bertanya : “ Ada apa ? “  “ Para misionaris kalian adalah orang jahat . Mereka sudah dipenjarakan diusir , atau pulang . Gedung ini mau dibongkar , tidak boleh lagi mengikuti mereka “  sahut salah satu tentara, anak itu tak gentar dan berkata  . “ Mulai hari ini akulah Gereja “ Hendaknya setiap orang yang sudah dibaptis menyadari statusnya dan semakin mampu newujudkan rahmat imamatnya.  Jawaban Yesus mengenai nilai hari Sabat merupakan pedoman hidup dan sekaligus kata akhir tentang kuasa Yesus yang nilainya lebih penting dari ikatan keagamaan Pada zaman ini pun banyak orang  . seperti kelompok Farisi di dalam Injil , bukan mau mencari kebenaran melainkan yang dapat dibenarkan dalam tingkah lakunya , mau mencari dirinya sendiri . Kebenaran adalah Kristus sendiri yang dapat diketemukan bila hati manusia jujur dan bersih Sabda pembebasan Yesus akan menjauhkan kita dari segala segala rintangan yang bersumber pada adat istiadat dan tradisi manusia untuk berbuat baik.

Doa.

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan dan tuntunan agar menghayati panggilan ialah berani memilih yang baik dan menerima realitas hidup. Amin

Yesus memberitakan Injil kerajaan Allah,
dan menyembuhkan semua orang sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *