Renungan Katolik Senin 20 Agustus 2018

31 views

Bacaan Liturgi Senin 20 Agustus 2018
PW S. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

Bacaan Pertama Yeh 24:15-24

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, Aku hendak mengambil daripadamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah. Tetapi janganlah meratap ataupun menangis, dan janganlah mengeluarkan air mata. Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian. Lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu. Jangan selubungi mukamu dan jangan makan roti perkabungan.” Pagi harinya aku berbicara kepada bangsa Israel, dan malam harinya isteriku meninggal dunia. Keesoksan harinya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. Maka bangsa itu berkata kepadaku, “Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau berlaku demikian?” Lalu aku menjawab mereka, “Sabda Tuhan sudah datang kepadaku, ‘Katakanlah kepada kaum Israel, beginilah sabda Tuhan Allah: Sungguh, Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi mata dan jiwamu. Anak-anakmu laki-laki dan perempuan yang kalian tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. Kalian akan melakukan seperti yang kulakukan. Mukamu tidak akan kalian selubungi dan roti perkabungan takkan kalian makan. Kepalamu akan berdestar dan kakimu akan berkasut. Dan kalian tidak akan meratap atau pun menangis. Tetapi kalian akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kalian akan mengeluh, seorang kepada yang lain. Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya, begitulah yang akan kalian lakukan. Sesudah itu terjadi, kalian akan tahu, bahwa Akulah Tuhan Allah’.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Ul 32:18-21

Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau.
* Hai umat, engkau telah melupakan Gunung batu yang memperanakkan dikau, engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau. Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, sebab Ia sakit hati karena anak-anaknya lelaki dan perempuan. *Tuhan bersabda,
“Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka. Sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
*Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah,
mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.”

Bait Pengantar Injil Mat 5:3

Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus,
sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Bacaan Injil Mat 19:16-22

Pada suatu hari ada seorang datang kepada Yesus dan berkata, “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus menjawab, “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik! Jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada Yesus, “Perintah yang mana?” Kata Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata orang muda itu, “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Lalu Yesus berkata,
“Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku.” Ketika mendengar perkataan itu, pergilah orang muda itu dengan sedih, sebab hartanya banyak.
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan

Pertanyaan pemuda kaya yang baik yang baru kita baca hari ini , ketika mendapat jawaban Yesus yang berkata kepadanya: “Jika engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan memperoleh harta di surga.

Kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku.”(ay 21) membuat sang pemuda menjadi pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Kisah perjumpaan orang muda itu dengan Yesus berakhir dengan sedih. Padahal bukankah sesungguhnya setiap sabda-Nya adalah kabar sukacita atau Injil ? Tapi penginjil mencatat bahwa apa yang dialami pemuda itu terbalik dari hakikat atau inti kabar yang dibawa Tuhan. Tuhan membawa kabar gembira , tetapi orang muda itu menerima dan pulang dengan sedih.

Kata kata Tuhan memang bisa menyedihkan, terutama jika Tuhan meminta sesuatu yang tidak kita inginkan. Kesedihan yang dialami orang muda itu datang karena hartanya melimpah, sementara Yesus menuntutnya untuk menjualnya demi orang miskin. Harta menjadi sebab dari kesedihannya karena orang muda itu ingin sekali hidup kekal dengan semua yang dia miliki.

Kita semua memiliki banyak harta didunia ini. Orang miskin sekalipun punya harta milik yang ingin diabadikannya. Harta itu bermacam macam bentuknya, bisa berupa pendidikan , bisa uang, barang, investasi, harga diri, jabatan, dll. Kita harus menyadari bahwa semua itu dapatkan dari kemurahan Tuhan dan tidak ada yang abadi dari semua itu.

Oleh karena itu, semua harta yang ada pada kita janganlah menjadi penyebab kesedihan karena dapat menghalangi dan menghambat kita untuk mencapai hidup yang kekal. Jadikanlah harta sebagai pendorong bagi kita untuk mencapai hidup abadi dengan semangat berbagi dan beramal bagi orang miskin.

Karena kaya itu bukan soal berapa banyak yang kita miliki tapi seberapa banyak kita memberikan kebaikan. Yesus tidak pernah melihat seberapa banyak gelar, uang, harta dan kebanggaan kita. Tuhan melihat apakah kita memberikan hidup kita untuk menciptakan kebaikan dan sukacita semua orang dan dunia ini.

Butir permenungan

Kisah Injil hari ini pun memberikan pesan yang kuat tentang tanda bagi orang yang berharap memperoleh kehidupan yang kekal. Bila kita berjumpa dengan orang yang menghargai dan menghormati hidup sesama, menjaga kesucian tubuh, menghargai hak milik sesama, berkata jujur dan rela berbagi dengan orang orang yang berkekurangan, maka orang ini sedang menjadi tanda yang mengajak kita untuk meraih hidup yang penuh sukacita dan bahagia.

Doa

Allah Bapa yang mahasempurna, kami bersyukur atas segala anugerah-Mu yang mengungkapkan cinta kasih-Mu kepada kami. Kami mohon semoga kami semakin lama semakin menyerupai Yesus Kristus yang telah memperagakan cinta kasih-Mu dan membawa cahaya harapan bagi setiap orang di dunia ini. Amin.

Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Oleh : Albertus Joseph Noegroho